Nasehat Leluhur Maluku Ingatkan Bahaya Korupsi

Leluhur Maluku

Nasehat Leluhur Maluku Ingatkan Bahaya Korupsi – Sebagai orang Maluku istilah ini pada dasarnya sangat melekat disetiap generasi dan itu natural secara turun temurun. Petuah yang sering disematkan sebagai kata nasehat ini, memang benar-benar tidak dapat disepelehkan.

Katong pung barang bilang katong pung barang dan orang pung barang bilang orang pung barang. Pepatah nasehat ini bukan hanya sekedar kalimat atau kata yang habis didengar. Jika kita menelaah lebih jauh arti dan makna yang terkandung di dalam sepenggal kalimat diatas, sangat menggambarkan prinsip dan karakter hidup yang wajib untuk diimplementasikan dalam perilaku hidup keseharian kita orang Maluku.

Baca Juga : Maluku Blogger Community Punya Potensi

Arti dari kalimat Katong pung barang bilang katong pung barang dan orang pung barang bilang orang pung barang, jika di Indonesikan dapat diartikan sebagai “tidak boleh mengambil hak milik orang lain“. Sebahagian leluhur di Maluku menggambarkannya sebagai prinsip hidup yang kokoh jika ingin hidup selamat di dunia dan akhirat.

Prinsip ini telah lahir jauh dan senantiasa lestari sebagai warisan yang tidak lekang oleh waktu. Bahkan jauh sebelum munculnya istilah koropsi yang trend sekarang ini. Para leluhur Maluku ternyata telah mengetahui bahwa bahaya korupsi adalah bahaya serius yang dapat merusak kehidupan orang basudara bahkan orang-orang yang ada disekitarnya.

Dengan ketakutan tersebut setiap generasi muda selalu dibekali dengan wejangan para orang tua dengan kata nasehat tersebut. Dan lumrah jika generasi muda Maluku pada umumnya sudah ditanamkan bekal atas wejangan tersebut, sebagai anak Maluku kita tidak sadar telah dibekali untuk menghindari bahaya korupsi dan mestinya orang Maluku dari kcil sudah memiliki benteng yang kokoh untuk membekali diri mereka, dan mereka selalu merasa ketakutan untuk mengambil barang yang bukan milik mereka.

Korupsi memang bahasa yang keren dan sering dilakukan okeh orang-orang dalam jabatan tertentu, namun bahasa korupsi membuat pelaku korupsi kelihatannya lebih terhormat, jika memang ingin menuntaskan korupsi kenapa pemerintah tidak menggunakan saja istilah pidana mengambil orang pung barang atau pidana pencurian uang rakyat kayaknya lebih evektif untuk memarjinalkan si pelaku korupsi, dan ini bisa menjadi sanksi sosial bagi sipelaku pencurian.

About infoaye

Bekerja sebagai blog writer admin berharap tulisan yang dituangkan di Infoaye dapat menambah informasi dan pengetahuan bagi pembaca sekalian.

Check Also

Gelima

Hanafi Rumatiga Gagas GELIMA Untuk Bangun Madrasah

Hanafi Rumatiga Gagas GELIMA Untuk Bangun Madrasah – Hanafi Rumatiga (Bapak Gelima), Yup, mungkin panggilan tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *